Penjelasan tentang penyakit usus buntu



Welcome back guys… Sekarang kita akan membahas penyakit usus buntu. Kalian pasti sudah sering mendengar penyakit ini, tetapi apakah kalian sudah memahami betul tentang penyakit ini? Untuk itu mari kita simak beberapa penjelasan sederhana tentang penyakit “USUS BUNTU”

Penyakit usus buntu atau nama ilmiahnya Apendisitis adalah sebuah penyakit peradangan yang terjadi di dalam umbai cacing atau Apendiks yang merupakan  organ tambahan pada usus buntu. Fungsi dari apendiks sendiri adalah :

1. Mempertahankan bakteri penting dalam usus
2. Tempat bakteri berperan dalam pencernaan dalam usus besar
3. Menghasilkan zat anti kuman yang membantu tubuh melawan kuman penyakit
4. Tempat penyimpanan bakteri baik yang membantu proses pencernaan makanan


Biasanya orang-orang yang terkena penyakit usus buntu adalah orang-orang yang tidak memperhatikan gaya hidup dan pola makan yang sehat. Beberapa faktor penyebab usus buntu adalah :


1. Penyumbatan
Faktor risiko yang paling umum dari apendisitis adalah adanya sumbatan pada usus buntu. Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh feses, benda asing, atau bahkan sel kanker.

2. Faktor genetik
Selain karena penyumbatan oleh feses maupun benda asing, faktor genetik ternyata turut ikut ambil bagian dalam kemunculan usus buntu akut. Sebanyak 56 persen penyebab usus buntu merujuk pada faktor genetik.

3. Infeksi virus          
Radang usus buntu mungkin saja disebabkan oleh infeksi virus penyebab atau infeksi yang belum ditentukan.

4. Makanan rendah serat
Pada dasarnya, makanan bukanlah penyebab usus buntu. Akan tetapi, penyumbatan usus buntu yang kemudian meradang bisa saja terjadi akibat penumpukan makanan tertentu yang tidak hancur saat dicerna. Misalnya makanan cepat saji, yang tinggi karbohidrat dan rendah serat. Maka dari itu, serat sangat diperlukan oleh tubuh agar bisa mempelancar pencernaan demi menghindari penyumbatan dalam usus.

Kemudian untuk mengidentifikasi penyakit usus buntu bisa dilihat dari beberapa gejala berikut:
·        Sakit perut di bagian lambung
·        Rasa sakit perut semakin menjadi-jadi
·        Demam ringan
·        Mual hingga muntah dan nafsu makan menurun
·        Mengalami sembelit atau diare
·        Perut terasa kembung
·        Rasa nyeri ketika perut ditekan

Penyakit usus buntu ini sudah sering terjadi di berbagai kalangan terutama para remaja dan pemuda. Mereka sangat rentan terkena penyakit ini karena gaya hidup yang tidak sehat seperti sering sering mengkonsumsi makanan instan dan kurang akan gizi yang dibutuhkan tubuh. Untuk menghindari penyakit ini, kita harus memperhatikan hal-hal berikut ini :

     Meningkatkan daya tahan tubuh
Meningkatkan daya tahan tubuh bisa dilakukan dengan olahraga yang teratur dan rajin bergerak.

     Mengkonsumsi makanan kaya serat
Serat dapat membantu mempelancar pencernaan, sehingga tidak terjadi penumpukan sisa-sisan makanan di dalam usus. Serat organik bisa kita jumpai pada sayur-sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

     Jangan menahan BAB dan kentut
Ketika kita menahan BAB dan kentut, maka saluran pencernaan menjadi terhambat sehingga menyebabkan penumpukan di dalam usus. Ketika feses terlalu lama dan banyak menumpuk di dalam usus, maka bisa memungkinkan terjadinya peradangan di dalam usus yang berakibat pada usus buntu dan penyakit usus lainnya.

     Perbanyak minum air
Air akan membantu mempelancar saluran pencernaan dengan cara mengubah feses yang keras menjadi lunak.

     Kurangi konsumsi junk food dan makanan penyebab sembelit
Berbagai macam kandungan negatif pada junk food bisa menyebabkan peradangan pada usus. Kurangi juga makanan yang mengandung karbohidrat berlebih, tinggi gas, pedas berlebih, kafein berlabih, dan kurang serat karena bisa menyebabkan sembelit. Sembelit merupakan faktor yang sering ditemui pada penyakit usus buntu karena bisa menyebabkan penumpukan feses sehingga terjadi peradangan dalam usus.

     Tidur cukup dan teratur
Ketika tidur, proses metabolisme akan berjalan lancer sehingga tidak terjadi penumpukan feses dalam usus. Jika tidur tidak cukup, maka proses metabolisme dalam tubuh akan ternggangu sehingga pencernaan tidak lancar.

     Hindari minum obat berlebihan
Obat yang berlebihan akan menyulitkan organ pencernaan bekerja sehingga proses metabolisme akan terganggu.

     Hindari alkohol
Alkohol juga bisa menyerap cairan dalam tubuh sehingga tubuh akan dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, maka bisa mengeraskan feses sehingga sulit untuk dikeluarkan yang akhirnya akan menumpuk dalam usus.

Pengobatan usus buntu saat ini adalah melakukan oprasi pencabutan umbai cacing dalam tubuh. Untuk melakukan operasi biayanya sangat mahal dan juga bisa menghilangkan fungsi penting umbai cacing. Maka dari itu, menjaga pola hidup yang baik dan teratur akan menghindarkan kita dari bahaya usus buntu. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Cegahlah sebulum terlambat dan menyesal kemudian.


Comments

Popular Posts